0370-621360 / SMS Centre 0811391300 inspektorat@ntbprov.go.id

Mataram – Suara NTB. Tercatat ada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemprov NTB belum menuntaskan penyelesaian potensi kerugian Negara. Nilai totalnya Rp. 484.807.284. dari total temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) itu, baru dikembalikan Rp. 27.716.385. Sisa yang masih mengendap mencapai Rp. 457.090.899.

Dalam catatan BPK yang diterima Suara NTB, Sabtu (3A 6), temuan itu masih mengendap di tiga SKPD itu berkaitan dengan kegiatan pengadaan barang dan jasa yang diserahkan ke pihak ketiga selama tahun 2016, atau sebe¬lum pembentukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru.

Di antaranya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Mereka diberi kesempatan 60 hari menyelesaikan temuan itu. Tang penting dalam 60 hari sudah ada jawaban atau tindak lanjut, meskipun belum seratus persen,” kata Kepala BPK NTB, Wahyu Priyono menjawab Suara NTB, Minggu (4/6).

Dalam catatan itu, Dinas Pariwisata dengan temuan paling banyak. Diantaranya pekerjaan penataan pembangunan shelter dermaga Gili Air, terdapat selisih volume pada item pekerjaan beton, plesteran, dan instalasi listrik. Temuan ked¬ua, pekerjaan penataan jalan lingkungan Desa Adat Senaru, terdapat selisih volume pada item pekerjaan tanah, plester¬an dan vegetasi. Pekerjaan pembangunan musala Aik Nyet, terdapat selisih volume pada item pekerjaan tanah, pasangan, beton, plesteran dan lantai, pekerjaan kayu, pekerjaan atap, instalasi listrik dan pengecoran. Pekerjaan penataan Gih Trawangan, terdapat selisih volume pada item pekerjaan pasangan, besi dan beton dan instalasi listrik. Pekerjaan penataan Taman Wisata Air Terjun Sendang Gile, terdapat selisih volume pada item pekerjaan tanah, pasangan, beton, plesteran dan lantai, pekerjaan kayu, pekerjaan atap, dan pengecetan. Pekerjaan penataan Taman Suranadi, terdapat selisih volume pada item pekerjaan tanah, pasangan, beton, plesteran dan lantai, pekerjaan kayu, pekerjaan atap, sanitasi air, vegetasi dan pengecetan. Pekerjaan pembangunan toilet Pasar Seni Senggigi, terdapat selisih volume pada item pekerjaan pasangan. Pekerjaan pem-bangunan Fasilitas Pariwisata Sembalun, terdapat selisih volume pada item pekerjaan pasangan, plesteran, pekerjaan beton, pekerjaan tanah, instalasi listrik, pekerjaan atap, pekerjaan kayu dan instalasi air. Sedangkan pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga terdapat satu temuan, berupa pekerjaan penambahan ruang kelas sekolah (RKB) SMK NW Suralaga., terdapat selisih volume pada item pekerjaan tanah, pasan¬gan, konstruksi atap, kusen pintu jendela plafond, besi dan pengunci.

Temuan terakhir di Dinas Perindustrian dan Perdagan¬gan berupa Pekerjaan pembangunan Lapak mendukung Destinasi Pariwisata, terdapat selisih volume pada hampir di keseluruhan item pekerjaan yang ada pada Rincian Anggaran Biaya (RAB).

Dari total temuan itu, menurut Kepala BPK NTB, Wahyu Priyono, masih ada sisa yang belum dikembalikan Rp 457.090.899. Dalam catatannya, sudah ada progres pengembahan meski tidak siginifikan dengan total Rp 27 juta lebih. Hanya Dikpora yang sudah lunas menyelesaikan Rp 7,7 juta. Sedangkan dari Disperindag masih nihil, kemudian Dinas Pariwisata hanya Rp 20 juta, (ars)

Sumber : Koran Suara NTB

UA-74660865-1